Foto: www.xpatathens.com
Diet mediterania terbukti baik untuk kesehatan. Sebuah penelitian menunjukkan, diet mediterania efektif menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke. Kecuali itu pola diet ini disukai karena bisa menurunkan berat badan.
Baru-baru ini sebuah penelitian di Swedia mengungkapkan, diet mediterania cocok dijalani para penderita diabetes karena tidak meningkatkan kadar glukosa darah.
Seperti dilansir oleh Science Daily (29/11/2013), penelitian diet milik Linköping University di Swedia mengungkapkan pasien diabetes lebih baik mengonsumsi satu porsi makanan dalam jumlah besar dibandingkan mengonsumsi beberapa porsi makanan kecil sepanjang hari.
Para peneliti membandingkan efek glukosa darah, lemak darah, dan hormon yang berbeda pada pasien diabetes tipe 2 setelah diberi tiga jenis diet berbeda. Diet tersebut adalah diet rendah lemak, diet rendah karbohidrat, dan diet mediterania.
Sebanyak 21 partisipan penelitian diberi tiga jenis diet tersebut dalam urutan acak. Tiap hari sampel darah mereka dites pada enam titik waktu.
Diet rendah lemak memiliki komposisi zat gizi yang telah direkomendasikan negara-negara Eropa Timur dan Atlantik Utara dengan sekitar 55 persen total energi didapat dari asupan karbohidrat. Sedangkan asupan karbohidrat dalam diet rendah karbohidrat hanya berkisar 20 persen dimana 50 persen total energi didapat dari asupan lemak.
Untuk diet mediterania, para partisipan penelitian diberi secangkir kopi saat sarapan. Selama dua hari dalam masa penelitian, mereka diberi makan siang dalam porsi besar tanpa sarapan. Selain itu, mereka juga diberi red wine sebanyak 150 ml untuk wanita dan 200 ml untuk pria saat makan siang. Next
(odi/dni)
Belum ada komentar untuk "Penderita Diabetes Sebaiknya Jalani Diet Mediterania Tanpa Sarapan"
Post a Comment