Foto: vocativ.com
Jus alpukat yang lembut dingin tentunya disukai banyak orang. Begitu juga jika dijadikan es buah dan saus Guacamole yang nikmat itu. Tapi, dibalik rasanya yang enak itu, alpukat di Meksiko punya cerita pelik.
Di Meksiko, sekelompok mafia narkoba yang bernama Caballeros Templarios atau Knight's Templar memeras, menculik, dan melakukan pencucian uang kepada produsen-produsen alpukat. Mereka tak segan membunuh jika tidak melakukan keinginan mereka. Para pemilik kebun alpukat tidak bisa berbuat apa-apa.
Kebun alpukat di Meksiko terdapat di MichoacĂ¡n, sebelah barat Meksiko. Dari perkebunan yang luas inilah alpukat-alpukat menjadi konsumsi seluruh benua Amerika. Tetapi perkebunan subur itu berubah menjadi kelam sejak masuknya sekelompok mafia tadi, merusak da menguasai penjualan lokal, dari proses penanaman, panen sampai distribusi.
Dalam bahasa Meksiko, alpukat disebut aguacate. Alpukat tak hanya menjadi sumber mata pencaharian mereka, tetapi juga menjadi makanan pokok mereka selama ribuan tahun. Saking terkenalnya, daerah ini mendapat julukan "emas hijau". Produksinya bahkan sampai mengalahkan marijuana.
Menurut salah seorang pemilik perkebunan alpukat bernama Jesus (50), pada tahun-tahun 1980 sampai 1990 produksi alpukat di daerahnya sangat menguntungkan. Menghasilkan sampai 18 miliar rupiah per tahunnya. Tapi, semakin tahun mereka semakin bangkrut ketika Caballeros Templarios masuk ke dalam bisnis mereka.
PSeperti dilansir situs www..vocativ.com (29/11) pemerintah Meksiko sebenarnya sudah mengirimkan para ratusan tentara dan polisi federal untuk menjaga kawasan tersebut. Namun, bagi para petani, hal ini tidak menciptakan perubahan apapun.
Malah banyak dari mereka dikabarkan bersekongkol pada kawanan mafia ini. Pemimpin kelompok yang bernama Nazario Moreno tetap menguasai daerah ini. "Tidak ada lagi yang dapat kami lakukan." Kata Jesus. "Kami hanya terus membayar dan tidak berbuat apa-apa."
(odi/dni)
Belum ada komentar untuk "Kebun Alpukat Meksiko Dikuasai Mafia Narkoba"
Post a Comment