Fitria Rahmadianti - detikFood
Foto: Detikfood
Pencinta bebek goreng bisa menuntaskan selera di tempat ini. Ada olahan bebek digoreng, dipenyet, atau dibakar. Semuanya disajikan hangat dengan aroma gurih menggiurkan. Ditemani nasi putih, sambal, dan lalapan, pas untuk makan siang!
Daging bebek lebih mahal daripada daging ayam. Dagingnyapun terkadang lebih alot, lebih kecil, dan berbau anyir. Maklum saja, umumnya daging yang diolah sebagai sajian bebek merupakan daging bebek jantan. Namun, kalau pandai mengolahnya, sajian daging bebek bisa jadi lebih gurih enak dibandingkan daging ayam.
Untuk makan siang kali ini, kami meluncur ke daerah Tanjung Duren, Jakarta Barat. Di sini ada restoran 'Bebek Omahan' yang menarik perhatian karena bangunannya yang cukup besar terdiri dari batang-batang bambu.
Ternyata bagian dalam restoran ini juga terdiri dari batang-batang bambu. Langit-langit yang tinggi serta ruangan yang semi terbuka membuat restoran ini sejuk tanpa memerlukan pendingin ruangan maupun kipas angin.
Meski mencantumkan 'bebek' dalam namanya, menunya tak melulu olahan unggas tersebut. Selain bebek goreng, bakar, penyet, dan kremes, adapula hidangan ayam, gurami, udang, perkedel jagung, sampai sayur asem.
Bebek kremes (Rp 20.000) dan bebek bakar (Rp 14.000) disajikan hangat mengepul. Wah, ternyata potongannya besar! Rupanya bebek ukuran besar yang diolah. Keduanya disajikan bersama selada, parutan mangga muda, serta dua potong mentimun dan tomat.
Daging bebek yang digoreng hingga kecokelatan tampak 'terkubur' taburan kremes yang royal. Saat dikunyah, ternyata teksturnya lumayan empuk. Bumbu kuningnya yang gurih menebarkan aroma bawang dan kunyit meresap hingga ke dalam. Tambahan kremes menambah tekstur renyah meriah saat bebek dikunyah. Next
(odi/fit)
Redaksi: redaksi[at]detikfood.com Informasi pemasangan iklan Hubungi sales[at]detik.com Telepon 021-7941177 (ext.524).
Belum ada komentar untuk "Bebek Omahan: Ngadem Makan Bebek Kremes di Rumah..."
Post a Comment