Foto: Detikfood
Jakarta - Santapan kali ini semuanya serba istimewa. Berlokasi di dapur, ruang kerja sang chef. Disuguhi bahan-bahan segar berkualitas terbaik dengan sentuhan penyajian yang spesial. Tentu saja rasa lezatnya sulit dilupakan!
Chef's table adalah meja makan yang ditata di dapur sebuah restoran, khusus untuk VIP dan tamu spesial. Mereka disuguhi hidangan-hidangan yang disiapkan dan disajikan langsung oleh kepala chef. Biasanya restoran mengenakan jumlah minimal orang dan biaya yang relatif mahal.
Detikfood beruntung diundang pihak Sheraton Bali Kuta Resort untuk menghadiri chef's table pertama mereka. Langsung dengan Executive Chef Rossano Renzelli! Kami diajak berkeliling dapur utamanya yang luas untuk melihat langsung proses pembuatan hidangan sambil mencicipi beragam sajian dalam porsi kecil.
Memasuki dapur utama kami disambut dengan segelas sparkling wine Domaine Chandon Brut Australia berisi sebatang baby carrot kupas di dalamnya. ' Seared foie gras' yang gurihpun disajikan hangat sebagai teman minum wine.
Selanjutnya, ' Braised Indonesian oxtail soup' alias sup buntut hangat yang lezat disajikan. Hidangan ini diikuti sajian Indonesia lainnya, yakni nasi goreng yang disajikan dalam wajan mungil bergagang. Unik!
Dua macam salad jadi sajian penambah selera berikutnya. Salad paprika dengan taburan keju ricotta serta ' Thai beef salad' (salad mangga muda dengan irisan daging sapi panggang) terasa segar di mulut.
Kami juga melihat proses mengiris fillet salmon dan daging sapi yang kemudian dijadikan bruschetta. Sayangnya, baguette yang digunakan untuk ' Dill & white wine marinated salmon' mungkin sudah lama didiamkan di ruangan sehingga terasa alot.
Aroma wangi pun tercium saat kami mengamati proses pembuatan cokelat praline dan penggulungan adonan croissant. Tampak mereka sedang menyiapkan vol-au-vent dan semacam bubur jagung.
Menjelang akhir tur, perut kami mulai penuh. Rupanya, masih ada kejutan lain di balik pintu dekat bagian pastry dan cokelat. Ruangan tersebut berkabut dan diberi penerangan biru, membuat suasana terkesan misterius. Meja untuk kami telah disiapkan sedemikian rupa.
Wine Sauvignon & Semillon, Cape Mentelle, Margaret River, Australia, 2008 disajikan dalam 'gelas' paprika hijau! Roti dan baguette hangat yang baru keluar dari ovenpun langsung ditaruh begitu saja di atas meja, siap dicocolkan ke mentega hambar atau minyak zaitun. Kenikmatan khas roti baru matang terpancar dari kulit roti yang renyah dan bagian dalam yang lembut serta aromanya. Hmm... wangi empuk!
Setelah 'digempur' dengan makanan pembuka berturut-turut, sepiring ' Lemongrass flavored salmon' disajikan sebagai awal menu utama. Daging salmon yang sudah matang dilumatkan, diberi topping kecambah, serta disajikan bersama tumisan terung, asparagus, tomat, basil, dan bawang putih yang terasa manis.
Food and Beverage Manager, Eelco Bohtlingk lalu menjelaskan tentang wine Chablis Premiere Cru dari Prancis. Iapun tak langsung menuangkannya ke gelas-gelas di meja, melainkan mengocoknya terlebih dahulu lalu menyemprotkannya dengan alat khusus. Wine jadi berbuih, memberikan sensasi unik.
' Jumbo river prawn bouillabaise' berkuah oranye jadi sajian berikutnya. Untuk menghilangkan amis di mulut sebelum berlanjut ke hidangan berikutnya, ' Meyer lemon granita' yang asam, manis, segar, dihidangkan dalam mangkuk kecil.
Favorit kami adalah ' Pan glazed cut of veal leg'. Wah, daging paha sapi muda yang empuk juicy disirami saus membuat lidah kami berdecak puas! Wine Pinotage Mooiplaats Stellenbosch 2008 menjadi pasangannya.
Sebagai selingan, para undangan diminta meracik sendiri cocktail dengan campuran vodka, jus, dan buah yang disediakan. Barulah acara makan ditutup dengan dessert. Perut rasanya mau meledak, tapi siapa yang bisa menolak ' Chocolate lava cake and ice cream' serta ' Nutella pralines'?
Yang unik, semua hidangan tadi disajikan tanpa wadah mewah, melainkan mangkuk, panci, dan wajan stainless steel seperti yang dipakai di dapur! Chef's table ini akan ditawarkan sebulan sekali kepada tamu Sheraton Bali Kuta Resort dengan tempat terbatas, yakni hanya 8-12 orang. Bisa juga dengan permintaan khusus dari kelompok atau korporat.
Badan sempoyongan karena kekenyangan. Rasanya ingin langsung tiba di kamar lalu melemparkan diri di tempat tidur. Ah nikmatnya makan malam kali ini!
(odi/fit)
Belum ada komentar untuk "Chef's Table Sheraton Kuta: Menikmati Jamuan Mewah Bagai Tamu Super ..."
Post a Comment