Foto: Thinkstock
Jakarta - Tajikistan kini memiliki standar halal sendiri. Setelah 2 tahun belakangan mengembangkan standar tersebut, 20 Juli lalu akhirnya lembaga 'Tajikstandart' mulai mendistribusikan produk halal. Produk lokalpun bisa mendaftarkan diri untuk mendapatkan sertifikasi halal dari pemerintah Tajikistan.
Dalam merancang standar kehalalan tersebut, pihak pemerintah Tajikistan dibantu oleh Tajik Council of Ulema, juga Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Pertanian setempat. Selain itu, pemerintah Tajikistan juga turut mengkaji standar halal yang sudah lebih dulu diterapkan di negara lain.
Standar baru inipun meliputi produk makanan termasuk daging, roti, kue, produk susu, juga minuman non alkohol. "Izin menggunakan label halal untuk satu tahun dikeluarkan oleh komite Tajikstandart. Tajikstandart secara ketat mengawasi produsen produk halal agar memenuhi standar. Mereka harus menjual seluruh produk lamanya sebelum menggunakan label halal," kata Narzullo Sharipov dari Tajikstandart.
Seperti diulas Central Asia Online (29/07/2013), ada dua faktor yang memicu Tajikstandart mengembangkan standar halalnya. Yang pertama karena banyak makanan yang mengandung unsur tidak halal, juga karena permintaan konsumen yang tinggi.
Produk halal sendiri telah lama diproduksi serta diimpor ke Tajikistan. Namun belum ada standar halal baku yang dimiliki. Hal ini memicu keraguan di tengah masyarakat muslim. "Yang pertama, meningkatnya angka produsen di Tajikistan, dan makanan impor biasanya lebih mahal," ungkap Sharipov.
Adanya standar inipun menarik minat produsen lokal untuk mendaftarkan diri. Seperti Abdudzhalol Shodiyez, yang berprofesi sebagai produsen sosis selama 15 tahun. "Saya punya rencana untuk merombak pabrik agar memenuhi standar baru. Menurut saya harganya akan melonjak, namun bisa ditutup, karena permintaan makanan halal selalu meningkat," kata Shodiyef.
(odi/flo)
Belum ada komentar untuk "Tajikistan Kini Memiliki Standar Halal Sendiri"
Post a Comment