Foto: Getty Images
Jakarta - McDonald's banyak mendapat protes, baik dari karyawan maupun pihak luar, karena memberikan upah minim pada para pekerjanya. Padahal, menurut sebuah studi, restoran cepat saji ini mampu membayar upah layak pada karyawannya tanpa mengorbankan harga makanannya.
Huffington Post (29/07/13) meminta Arnobio Morelix dari University of Kansas menganalisis dampak kenaikan upah karyawan McDonald's terhadap harga menunya. Saat ini, para pekerja memperoleh upah minimum federal sebesar $7,25 (Rp 74.000) per jam, sementara sang CEO, Donald Thompson mendapat total kompensasi $8,75 juta (Rp 90 miliar) pada 2012.
Morelix menemukan bahwa menggandakan gaji dan tunjangan seluruh karyawan McDonald's akan menyebabkan harga Big Mac naik sedikit. Hanya 68 sen (Rp 7.000), dari $3,99 (Rp 41.000) menjadi $4,67 (Rp 48.000). Harga Dollar Menupun akan naik hanya sebesar 17 sen (Rp 1.700).
Dari laporan tahunan McDonald's pada 2012, ditemukan bahwa dari setiap dollar yang didapat raksasa fast food tersebut, hanya 17,1% yang masuk untuk gaji dan tunjangan lebih dari 500.000 karyawannya di Amerika Serikat.
Jadi, kalau McDonald's ingin menggandakan upah seluruh karyawannya namun tetap menjaga laba dan pengeluaran, harga menunya hanya perlu dinaikkan 17 sen per dollar. Pihak McDonald's sendiri menolak berkomentar kepada Huffington Post.
Penelitian Morelix dilakukan setelah para pekerja restoran cepat saji di AS mogok kerja menuntut upah minimum $15 (Rp 154.000) per jam. Mereka juga memperjuangkan hak berserikat tanpa takut akan tekanan. Para demonstran melakukan aksi di tujuh kota selama empat hari.
Menurut Thompson, McDonald's adalah perusahaan yang selalu membayar upah di atas minimum. Namun, para ahli dan pekerja mempertanyakan klaim tersebut. Mereka berpendapat, sang CEO tak tahu apa-apa tentang sulitnya hidup dengan upah yang diberikan McDonald's.
Sebuah studi dari National Employment Law Project menemukan bahwa pekerjaan seperti tukang masak, kasir, tukang antar makanan, dan posisi non manajerial lain di industri restoran cepat saji memperoleh upah per jam dengan nilai tengah $8,94 (Rp 92.000).
Menurut Mark Bittman dari The New York Times, karena upah di restoran cepat saji relatif stagnan, banyak pekerja memiliki daya beli lebih rendah dibanding rekan-rekan mereka di tahun 1950-an.
Belum ada komentar untuk "Jika Upah Pekerja McDonald's Dinaikkan, Kira"
Post a Comment